Loading

Turunkan Bendera

Pemko Memalukan Demokrasi

padangmedia.com , Minggu, 15 Juni 2008 00:00 wib
PADANG– Tindakan Kesbangpol menurunkan bendera partai PPP dan Golkar secara paksa dinilai Ketua Umum DPW Partai PPP Sumbar Epiyardi Asda, merupakan sikap yang benar-benar sangat memalukan demokrasi. Menurutnya, Pemko Padang harus fair meskipun memimpin salah satu partai. “Kota Padang bukan milik satu partai saja, tapi milik seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kota Padang. Jangan karena pemimpin salah satu partai merupakan orang yang berkuasa di Kota Padang, lalu bisa berbuat seenaknya saja,” tegas Epyardi. Menurutnya, seorang pemimpin adalah orang yang bisa menjaga kedamaian dan ketentraman warga. Kalau seperti ini sifatnya, maka tidak pantas untuk menjadi seorang pemimpin. Epyardi berpendapat bahwa aksi ini jelas sangat tidak mendidik dan bisa memicu pertengkaran antar partai. Di pihak lain, Sekretaris DPD Golkar Drs Irdinansyah Tarmizi juga mengaku sangat kecewa dan menyayangkan aksi arogan yang dilakukan Pemko Padang. Dia mendesak agar pemko segera meminta maaf atas kejadian yang telah dilakukannya, karena tindakan itu merusak citra perpolitikan di Kota Padang ini, apalagi sampai merusak bendera partai. “Ada sekitar 1000 bendera Partai Golkar yang mengalami kerusakan akibat penurunan paksa yang dilakukan Kesbangpol. Pemko Padang harus bertanggungjawab terhadap permasalahan ini dan harus meminta maaf kepada Partai Golkar,” katanya. (Iggoy)
Berita Terkait