Loading

Warning: include(kirisingle.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory in /home/padangm3/public_html/m/single.php on line 56

Warning: include(kirisingle.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory in /home/padangm3/public_html/m/single.php on line 56

Warning: include() [function.include]: Failed opening 'kirisingle.php' for inclusion (include_path='.:/usr/lib/php:/usr/local/lib/php') in /home/padangm3/public_html/m/single.php on line 56

MUSWILKOT APEKSI

Tonjolkan Ciri Khas Daerah

padangmedia.com , Kamis, 03 Juli 2008 00:00 wib
PAYAKUMBUH - Pertemuan antar kepala daerah, Muswilkot (musyawarah Komisariat Wilayah I ) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia ( APEKSI) , yang diadakan di Kota Payakumbuh kali ini hendaknya bisa betul-betul menjadi tempat bertukar informasi dalam melakukan inovasi bagi perkembangan pembangunan daerah. Hal itu disampaikan Sumarlin, Direktur Apeksi Pusat yang juga mantan walikota Jakarta Barat saat Muswilkot Di Payakumbuh. Tetapi diingatkan Sumarlin, bahwa inovasi itu haruslah menonjolkan ciri khas dan keunikan daerah masing-masing. Jangan sampai jika ada satu daerah yang melakukan suatu terobosan dan berhasil, maka daerah lain ramai-ramai menirunya tanpa mempertimbangkan kekhasan daerahnnya. "Belum tentu suatu program di satu daerah yang berhasil akan sama halnya jika diterapkan ke daerah lain. Sebab situasi sosial dan budaya kita amat berbeda satu dengan yang lainya," tambah Sumarlin. Satu hal yang perlu dicermati dalam otonomi daerah ini, sebut Sumarlin, adalah pelestarian kesenian dan budaya daerah. Jangan sampai terjadi lagi kasus-kasus beberapa waktu lalu dimana budaya dan seni tradisi asli daerah kita diklaim oleh negara lain sebagai seni budaya mereka. "Untuk itu sebelum terlambat, mari terus kita lestarikan seni dan budaya kita. jangan sampai setelah dicaplok oleh negara lain kita baru kebakaran jenggot," ujarnya. Sumarlin juga mengatakan terkait dengan pelestaraian daerah ini, pada Munas Apeksi yang akan diadakan di kota Surakarta nanti seluruh kepala daerah yang datang diwajibkan memakai pakaian adat daerahnya masing-masing. Untuk itu panita telah menyediakan sekitar 80 kereta kencana untuk membawa setiap kepala daerah. "Pihak keraton telah bersedia untuk meminjamkan kuda dan kereta kencana. Jadi kepala daerah silahkan pilih mau naik kuda atau kereta kencana," ujarnya. Ketika disinggung mengenai maraknya kepala daerah yang tersandung kasus korupsi, Sumarlin dengan berseloroh mengatakan, jika mau korup jangan tanggung-tanggung. "Kalau walikota mau korup minimal satu triliun lah. Sebab kalau hanya puluhan juta nanti hanya akan habis buat pemeriksaan saja. Tidak akan ada yang bisa dibawa pulang. Malah sebaliknya akan menambah sengsara saja," candanya Sebab, menurut Sumarlin saat ini sudah eranya transparansi. Dan pemerintah sedang giat-giatnya Menciptakan pemerintahan yang bersih. Maka jika ada kepala daerah yang neko-neko tidak akan diberi ampun. (pon)
Berita Terkait