Loading

Tim Pendukung Implementasi Bus Massal

Perencanaan Trans Padang Harus Matang

padangmedia.com , Kamis, 04 April 2013 19:03 wib

@padangmedia.com

PADANG - Tim Pendukung Implementasi Bus Massal Kota Padang mulai membahas persiapan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Padang yang bakal dioperasikan bulan Agustus 2013 mendatang. Pembahasan tersebut mulai dari menentukan rute, persiapan halte, pemasangan rambu - rambu dan marka jalan, pembentukan Unit Pelaksana Teknis hingga lelang pengoperasiannya.

Wakil Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah saat ditemui padangmedia.com, Kamis (4/4), usai menghadiri pertemuan Tim Pendukung Implementasi Bus Massal tersebut mengatakan, pembentukan Tim Pendukung ini supaya melakukan upaya yang optimal untuk melibatkan banyak pihak dalam merencanakan implementasi bus massal ini.

" Kita harus melibatkan banyak pihak dalam mengimplementasikan bus massal ini, mulai dari perencanaan hingga pengoperasiannya nanti," ujar Mahyeldi.

Ia menyebutkan, pihak ketiga dalam pengoperasian harus berperan karena BRT ini merupakan pemindahan angkutan kota yang ada ke sistem yang lebih baik dan tertata. Makanya nanti akan dibentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) agar pengoperasian bus massal bisa termenenej dengan baik.

"Pengusaha angkutan akan diberikan peluang untuk berperan dalam pengoperasian agar mereka tidak merasa tersingkirkan oleh kebijakan yang kita buat. Jaminan - jaminan juga akan diberikan agar mereka bisa dilibatkan dan mendukung terhadap kebijakan bus massal ini," ujar Mahyeldi.

Dalam pertemuan tim yang terdiri dari Pemko Padang, Ditlantas Polda Sumbar, Organda Kota Padang, Dishub Kominfo Sumatera Barat dan Kota Padang ini, juga dibahas dampak - dampak yang kemungkinan timbul dalam pengoperasian bus massal serta kendala - kendala yang mungkin akan dihadapi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Firdaus Ilyas mengungkapkan, pelibatan berbagai pihak dalam tim persiapan operasi bus massal agar bisa dikaji hal lebih komprehensif dan menyeluruh sehingga tidak timbul berbagai konflik dalam kebijakan ini.

"Yang kita lakukan saat ini justeru untuk mengurangi permasalahan - permasalahan transportasi dan lalulintas yang selama ini ada. Keberadaan bus massal bukan sebuah ancaman bagi pengusaha angkutan justeru akan diberikan peluang terhadap pengusaha tersebut untuk terlibat sebagai operator nantinya," ujar Firdaus.

Kasatlantas Polresta Padang Kompol Andiyatna, SIK saat diminta tanggapannya mengatakan,  persiapan harus dilakukan dengan matang agar tidak timbul permasalahan di kemudian hari.

" Perencanaan terhadap kebijakan pengoperasiaan bus massal ini harus lebih matang. Biasanya, bila terjadi riak - riak sebagai dampak dari sebuah kebijakan yang repot pihak kepolisian. Jadi dengan melibatkan kepolisian dalam tim pendukung implementasi bus massal ini sangat tepat,"sebutnya.

Selain itu Andiyatna mengharapkan, sosialisasi kepada masyarakat harus dilakukan lebih luas dan menyentuh sehingga timbul pemahaman bahwa masyarakat betul - betul mebutuhkan keberadaan bus massal ini.

Sedangkan Ketua Organda Kota Padang Yulakhri Sastra berpendapat, penataan sarana dan prasaran yang mendukung operasional bus massal seperti jalur khusus yang tak boleh berhimpitan dengan kendaraan atau angkutan umum lainnya.

"Sebab jika tidak, akan selalu menimbulkan permasalahan - permasalahan di jalan raya sehingga kita pesimis bus massal ini akan berhasil menjadi solusi angkutan yang efisien dan nyaman,"ungkapnya.(der)

Berita Terkait